Path: Top / S1_Final_Project / Dept._of_Civil_Engineering / 2005 / Part_2

STUDI PENELITIAN KANDUNGAN TSS, TDS DAN ALKALINITAS

DI SUNGAI KALI BRANTAS KOTA BATU

Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2015-05-09 05:09:10
Oleh : Anggraini Suksmawati (00520107), Civil Engineering
Dibuat : 2005-12-09, dengan 3 file

Keyword : TSS, TDS, Alkalinitas, Titik Sampling, Sampel air, Kualitas air sungai, Tata

Guna Lahan
Url : http://

Sungai Brantas yang panjangnya ± 320 km merupakan penopang kehidupan masyarakat

yang sangat penting, dengan DAS seluas hampir ¼ wilayah Jawa Timur. Jumlah penduduk yang

bertempat di Kabupaten Batu ini pada tahun 1993 adalah 147.037 juta jiwa. Pada tahun 2000

meningkat menjadi 156.681 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 0,9 %. Peningkatan kepadatan

penduduk ini sangat mempengaruhi keberadaan sungai. Kondisi sungai di hilir tentu saja tidak bisa

lepas dari kondisi sungai dibagian hulu. Apabila kondisi air sungai di hulu saja buruk, dihilirpun

juga akan semakin buruk.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan TSS, TDS dan Alkalinitas di

Sungai Brantas bagian hulu Kota Batu. Titik Sampling penelitian ini berada di empat lokasi yang

berbeda. Mulai dari sungai Brantas Desa Sidomulyo, Kali Lanang, Kali Mranak, dan titik yang

paling bawah adalah sungai Brantas Desa Pendem. Sampel air hasil penelitian diteliti di

laboratorium Jasa Tirta. Digunakan juga data parameter sekunder untuk mengetahui karakteristik

tiap parameter. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan parameter tiap musim, digunakan debit

keluar sesuai dengan tanggal penelitian, untuk mengetahui hubungan serta pengaruhnya. Hasil akhir

yang diinginkan adalah mengetahui kualitas air sungai di tiap-tiap titik pengambilan sampel dengan

batasan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001.

Hasil penelitian yang diperoleh hampir semua masih masuk dalam batas yang ditentukan.

Hanya nilai TSS dari penelitian ini tidak masuk dalam batasan maksimum yang ditentukan dalam

Peraturan Pemerintah No.82 tahun 2001 (50 mg/l). Banyak sedikitnya nilai parameter tersebut

ternyata juga dipengaruhi oleh debit sungai. TSS akan meningkat nilainya jika debit besar. Namun

nilai TDS dan Alkalinitas cenderung turun saat debit sungai besar. Meskipun debit juga

berpengaruh, ternyata hanya sedikit. Besarnya pengaruh debit ini dapat dibuktikan dengan uji

korelasi. Pengaruh tertinggi dari kandungan parameter adalah besarnya nilai kandungan parameter

yang masuk kedalam sungai itu sendiri. Kandungan parameter tersebut dengan menggunakan peta

Tata Guna Lahan, dapat diketahui penyebabnya secara umum. Sebagian besar kandungan

parameter tersebut diakibatkan oleh tingginya kandungan sedimentasi dari tanah longsor akibat

semakin menipisnya hutan. Selain itu, dengan menipisnya hutan, area pertanian dan perkebunan

menjadi meluas. Hal ini juga mempengaruhi banyaknya kandungan parameter tersebut. Meski tidak

terlalu banyak, limbah domestikpun juga ikut mempengaruhi, terutama dari perumahan yang berada

di sekitar sungai ini.

Deskripsi Alternatif :

Sungai Brantas yang panjangnya ± 320 km merupakan penopang kehidupan masyarakat

yang sangat penting, dengan DAS seluas hampir ¼ wilayah Jawa Timur. Jumlah penduduk yang

bertempat di Kabupaten Batu ini pada tahun 1993 adalah 147.037 juta jiwa. Pada tahun 2000

meningkat menjadi 156.681 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 0,9 %. Peningkatan kepadatan

penduduk ini sangat mempengaruhi keberadaan sungai. Kondisi sungai di hilir tentu saja tidak bisa

lepas dari kondisi sungai dibagian hulu. Apabila kondisi air sungai di hulu saja buruk, dihilirpun

juga akan semakin buruk.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan TSS, TDS dan Alkalinitas di

Sungai Brantas bagian hulu Kota Batu. Titik Sampling penelitian ini berada di empat lokasi yang

berbeda. Mulai dari sungai Brantas Desa Sidomulyo, Kali Lanang, Kali Mranak, dan titik yang

paling bawah adalah sungai Brantas Desa Pendem. Sampel air hasil penelitian diteliti di

laboratorium Jasa Tirta. Digunakan juga data parameter sekunder untuk mengetahui karakteristik

tiap parameter. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan parameter tiap musim, digunakan debit

keluar sesuai dengan tanggal penelitian, untuk mengetahui hubungan serta pengaruhnya. Hasil akhir

yang diinginkan adalah mengetahui kualitas air sungai di tiap-tiap titik pengambilan sampel dengan

batasan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001.

Hasil penelitian yang diperoleh hampir semua masih masuk dalam batas yang ditentukan.

Hanya nilai TSS dari penelitian ini tidak masuk dalam batasan maksimum yang ditentukan dalam

Peraturan Pemerintah No.82 tahun 2001 (50 mg/l). Banyak sedikitnya nilai parameter tersebut

ternyata juga dipengaruhi oleh debit sungai. TSS akan meningkat nilainya jika debit besar. Namun

nilai TDS dan Alkalinitas cenderung turun saat debit sungai besar. Meskipun debit juga

berpengaruh, ternyata hanya sedikit. Besarnya pengaruh debit ini dapat dibuktikan dengan uji

korelasi. Pengaruh tertinggi dari kandungan parameter adalah besarnya nilai kandungan parameter

yang masuk kedalam sungai itu sendiri. Kandungan parameter tersebut dengan menggunakan peta

Tata Guna Lahan, dapat diketahui penyebabnya secara umum. Sebagian besar kandungan

parameter tersebut diakibatkan oleh tingginya kandungan sedimentasi dari tanah longsor akibat

semakin menipisnya hutan. Selain itu, dengan menipisnya hutan, area pertanian dan perkebunan

menjadi meluas. Hal ini juga mempengaruhi banyaknya kandungan parameter tersebut. Meski tidak

terlalu banyak, limbah domestikpun juga ikut mempengaruhi, terutama dari perumahan yang berada

di sekitar sungai ini.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJIPTUMM
OrganisasiCivil Engineering
Nama KontakHafiz Ahya
AlamatJl. Raya Tlogomas 246
KotaMalang
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon+62341 464318 ext. 151
Fax+62341 460101
E-mail Administratorakhi.ahya@gmail.com
E-mail CKOinfopus@umm.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Bakhtiar Effendi

Download...